Berdasarkan gejala yang ditunjukkan, terdapat dua kategori penderita AIDS, yaitu penderita AIDS positif dan negatif. Penderita AIDS positifi adalah orang yang terinfeksi virus HIV dan sudah menunjukkan gejala infeksi oportunistik. Sedangkan penderita AIDS negatif adalah orang yang terinfeksi virus HIV tetapi belum menunjukkan gejala infeksi oportunistik.
AIDS merupakan penyakit yang sangat ditakuti karena belum ada yang mampu disembuhkan. Dengan kata lain, penyakit ini memiliki tingkat kematian hingga 100%.
Bagaimana virus HIV menyerang?
HIV adalah sejenis retrovirus RNA dan merupakan partikel inert, dimana ia tidak dapat melakukan aktivitas sama sekali kecuali berada dalam sel target. Virus HIV memiliki sel target utama, yaitu sel Lymfosit T, karena sel ini memiliki CD-4, yaitu sejenis reseptor virus HIV. Setelah berada dalam sel target, HIV akan berkembang dang bersifat infectious, dimana ia dapat ditularkan dan dapat aktif setiap saat.Virus HIV dapat hidup dan berkembang dalam cairan tubuh, seperti air mata, ludah, semen, maupun darah. Selain dalan cairan tubuh, virus ini juga bisa ditemukan dalam sel-sel tubuh, antara lain sel glia jaringan otak, monosit, dan makrotag.
Bagian luar virus tersusun atas lemak, yang bersifat tidak tahan terhadap panas maupun bahan kimia. Sehingga virus ini mudah dimatikan dengan berbagai bahan kimia, seperti disinfektan, dan peka terhadap pengaruh lingkungan, terutama panas, misalnya sinar matahari yang menyengat. Meskipun sensitif terhadap sinar matahari, namun virus HIV relatif tahan terhadap radiasi ultraviolet. Virus HIV memiliki bagian inti yang dinamakan core, dan bagian selubung yang dinamanakan envelop.
Masa inkubasi
Masa inkubasi virus HIV antara 5-12 tahun, tergantung pada sistem imun seseorang. Masa inkubasi merupakan periode waktu yang dibutuhkan untuk menimbulkan gejala semenjak paparan atau infeksi pertama. Selama masa inkubasi ini, penderita tidak menunjukkan gejala apapun, sehingga tidak menyadari adanya serangan virus.Pada fase ini, sistem kekebalan tubuh masih mampu melawan virus, sehingga gejala yang ditimbulkan tidak begitu terlihat. Namun, penderita HIV dalam masa inkubasi sudah berpotensi menjadi penular virus kepada orang lain. Penularan dapat terjadi dengan berbagai cara, tergantung pada pola transmisi virus. Tidak adanya gejala ini justru sangat membahayakan, karena penderita merasa sehat dan tidak menyadari bahwa dirinya mengidap infeksi. Hal ini tentu akan memudahkan penularan, karena tidak adanya antisipasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar