Virus HIV dapat menginfeksi organ tubuh secara langsung, yaitu dengan menyerang sel-sel di otak, sistem saraf, usus, maupun darah. Infeksi pada sel-sel otak dapat mempengaruhi cara berpikir seseorang (kerusakan otak). Infeksi sistem saraf menyebabkan nyeri atau mati rasa di lengan dan kaki (kerusakan saraf). Sedangkan infeksi pada usus dapat menyebabkan diare, serta infeksi sel-sel darah dapat mengakibatkan seseorang menderita anemia dan perdarahan.
Ada beberapa tahapan yang berbeda terhadap infeksi HIV, dimulai dengan waktu ketika seseorang pertama kali terinfeksi, berkembang melalui periode dimana gejala belum tampak hingga mencapai saat gejala pertama muncul, dan berakhir dengan penyakit HIV lanjut (AIDS).
Tahapan Gejala HIV AIDS
1. Beberapa minggu pertama setelah infeksi.2. Masa tenang, masa inkubasi virus HIV.
3. Penyakit HIV awal.
4. Penyakit HIV lanjut (AIDS).
1. Gejala pada minggu-minggu pertama infeksi HIV
Tahap pertama infeksi HIV terjadi setelah seseorang terinfeksi dengan virus. Biasanya orang tidak menyadari ketika mereka terinfeksi virus HIV. Penderita tidak akan menyadari adanya serangan HIV hingga diuji di rumah sakit pada tahap selanjutnya. Gejala tahap awal ini terjadi selama beberapa minggu (1-4 minggu) setelah terjadinya infeksi. Gejala tersebut mirip dengan gejala flu, yaitu sakit tenggorokan, demam, sakit kepala, perut, diare, serta tubuh merasa lelah. Setelah seminggu, gejala akan berkembang dengan muncul ruam di bagian dada, wajah, atau leher. Pada beberapa orang, kemungkinan akan berkeringat malam hari, nyeri otot dan persendian, pembengkakan kelenjar getah bening, mual, dan muntah. Gajala ini biasanya berlangsung kurang dari satu minggu.Meskipun jarang terjadi, tahap pertama infeksi HIV bisa lebih serius, mengakibatkan gangguan dan kerusakan sistem saraf seseorang. Orang yang terinfeksi dapat mengalami pembengkakan otak. Hal ini dapat menyebabkan sakit kepala, leher kaku, demam, kebingungan, masalah sistem saraf, dan koma. Pada beberapa orang yang terinfeksi HIV terjadi masalah dengan saraf-saraf tangan, kaki, atau wajah, sehingga menimbulkan berbagai gejala, seperti rasa nyeri, kesemutan, atau kesulitan bergerak. Kelenjar getah bening kadang-kadang bisa membengkak selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.
Karena semua gejala-gejala di atas juga terlihat pada beberapa penyakit selain HIV, maka kita tidak bisa mengatakan bahwa seseorang telah terinfeksi HIV hanya karena mengalami satu atau lebih dari gejala-gejala tersebut. Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami infeksi virus HIV atau tidak, harus dilakukan uji virus. Namun, virus HIV belum dapat terdeteksi pada minggu-minggu pertama setelah infeksi. Tes HIV dilakukan dengan mengambil antibodi, sementara tubuh yang baru saja terinfeksi virus HIV belum membuat antibodi, sehingga deteksi setelah gejala awal muncul pada minggu-minggu pertama belum bisa dilakukan. Tubuh akan membentuk antibodi dalam waktu kurang lebih tiga minggu setelah terinfeksi.
2. Tahap tenang infeksi HIV
Penderita akan sembuh dari gejala pertama infeksi HIV dalam beberapa hari atau minggu. Selama beberapa tahun setelah itu mereka akan merasa baik, terlihat sehat, dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa kendala. Sistem kekebalan tubuh mereka mampu melawan virus.Tahap ini disebut "periode inkubasi" atau tahap tenang infeksi HIV. Periode ini merupakan waktu antara infeksi pertama HIV dan titik di mana seseorang akan mengalami kondisi lebih kritis. Untuk orang dewasa, tahap ini dapat berlangsung selama sepuluh tahun. Pada tahap ini, kebanyakan penderita tidak mengalami gejala apapun, dan banyak dari mereka bahkan tidak menyadari kalau mereka telah terinfeksi virus HIV.
3. Tahap awal penyakit HIV AIDS
Setelah masa inkubasi, orang yang terinfeksi virus HIV akan mengalami kondisi lebih parah. Virus HIV melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga infeksi dari penyakit lain mudah menyerang. Infeksi ini disebut sebagai infeksi oportunistik yang dapat mengakibatkan AIDS. Infeksi oportunistik ditandai dengan adanya gejala penyakit, seperti flu, diare, atau penyakit lain yang berkepanjangan dan sulit sembuh. Tahap ini dapat berlangsung selama satu bulan atau lebih, dipengaruhi oleh kondisi kekebalan tubuh seseorang.Bersamaan dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh (imun), orang dengan HIV sering mengalami pembengkakan kelenjar getah bening dan penurunan berat badan. Hal ini merupakan gejala umum penyakit HIV/AIDS.
4. AIDS tahap lanjut
Tahap ini disebut sebagai tahap aids lanjut, ditandai dengan gejala infeksi oportunistik yang semakin meningkat dan kompleks. Meningkatnya gejala infeksi oportunistik juga diikuti dengan semakin melemahnya sistem kekebalan tubuh.Sumber:The symptoms of HIV infection
Tidak ada komentar:
Posting Komentar