PENYEBAB DAN PENANGANAN PENYAKIT HIV AIDS

Senin, 10 Maret 2014

Penyakit HIV AIDS dan Malnutrisi

Tidak jarang orang yang menderita penyakit HIV/AIDS mengalami malnutrisi. Untuk menopang hidupnya, manusia tidak hanya membutuhkan cukup makanan, tetapi juga berbagai variasi makanan. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kecukupan gizi untuk menopang kesehatannya. Orang yang hanya mengkonsumsi satu jenis makanan, maka kondisi kesehatannya akan memburuk. Memburuknya kesehatan seseorang akibat kurangnya variasi makanan, maka dikatakan mengalami malnutrisi.

Malnutrisi dapat menyebabkan penyakit atau penurunan berat badan. Salah satu cara untuk menghindari malnutrisi adalah dengan kombinasi makanan maupun kecukupan air. Hal ini terutama berlaku bagi penderita HIV/AIDS. Penderita HIV/AIDS cenderung mengalami kekurangan gizi dan terserang penyakit terus-menerus. Apalagi jika disertai dengan diare, tentu akan menghambat tubuh dalam menyerap nutrisi. Malnutrisi juga bisa terjadi pada penderita HIV/AIDS akibat menurunnya nafsu maka maupun infeksi pada mulut yang membuat aktifitas makan terganggu. Penurunan berat badan sangat umum terjadi pada penderita AIDS di daerah Afrika, sehingga penyakit ini dikenal dengan penyakit kurus (slim disease).

Diet seimbang dengan makanan yang berbeda membantu penderita penyakit HIV/AIDS tetap kuat dan sehat. Diet yang seimbang adalah makanan yang terdiri dari berbagai kelompok nutrisi dasar yang berbeda. Nutrisi dasar terdiri dari protein, karbohidrat, lemak dan minyak, serta vitamin dan mineral.

Kelompok-kelompok nutrisi dasar

Protein membantu tubuh agar tetap tumbuh serta memperbaiki kerusakan sel-sel tubuh. Makanan yang memiliki jumlah protein tinggi antara lain ikan, makanan laut, daging (misalnya, daging sapi, domba, kambing, dll), unggas (misalnya, ayam, kalkun, itik), telur, susu, keju, kacang-kacangan, beras, kacang polong, sereal, tahu, serta produk kedelai lainnya.

Karbohidrat memberikan energi bagi tubuh. Pati dan gula merupakan jenis karbohidrat. Makanan sumber pati antara lain jagung, beras, gandum, oat, millet, mie, kentang, labu, singkong, pisang, talas, dll. Kandungan pati pada kentang dan gandum merupakan sumber energi yang stabil bagi tubuh. Sedangkan gula banyak ditemukan dalam tebu, bit, gula halus, permen, madu, atau buah. Namun, makan terlalu banyak gula juga dapat menyebabkan kerusakan gigi maupun penyakit gusi.

Lemak dan minyak membantu menyimpan energi tubuh. Seperti halnya pada protein atau karbohidrat, lemak dan minyak juga menyimpan energi lebih banyak. Ini berarti bahwa lemak dan minyak membantu orang menambah serta mempertahankan berat badan. Masalah terhadap lemak bagi kebanyakan orang adalah menyebabkan penyakit jantung maupun kelebihan berat badan (obesitas). Namun, hal ini tidak menjadi masalah bagi penderita penyakit AIDS, karena mereka mengalami penurunan berat badan serta mencoba untuk menambah berat badan. Makanan dengan kandungan lemak tinggi diantaranya adalah minyak, lemak babi, mentega, margarin, kacang, wijen, kedelai, kelapa, alpukat, krim, susu, dan daging merah seperti daging sapi, babi, maupun daging domba.

Vitamin dan mineral diperlukan dalam jumlah kecil untuk kesehatan seseorang. Senyawa ini banyak terkandung dalam makanan yang berbeda, terutama sayuran dan buah-buahan. Inilah salah satu alasan diet bervariasi penting bagi kesehatan seseorang untuk memberikan kecukupan vitamin dan mineral.

Jika penderita HIV/AIDS mengalami kesulitan makan

Orang dengan penyakit aids mungkin mengalami mual dan muntah. Teh atau obat-obatan dapat membantu untuk mengatasi gejala ini. Apabila mengalami infeksi pada mulut, carilah makanan lunak dan tidak pedas untuk mengurangi rasa sakit. Jika kesulitan menelan, dapat diatasi dengan menggerakkan kepala ke depan saat menelan, gunakan makanan lembut agar lebih mudah menelan. Untuk menghindari tersedak, saat minum harus dilakukan dengan hati-hati, bisa juga menggunakan sedotan agar lebih mudah.

Wanita dan anak-anak perlu mendapatkan gizi khusus. Hal ini disebabkan wanita kehilangan banyak nutrisi melalui menstruasi, kehamilan, atau saat menyusui. Sedangkan anak-anak membutuhkan makanan tambahan untuk pertumbuhan. Wanita dan anak-anak yang terinfeksi virus HIV membutuhkan lebih banyak makanan agar tetap sehat, karena penyakit ini mampu mengakibatkan resiko lebih tinggi pada tubuh mereka.

Sumber:The symptoms of HIV infection

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Peringatan! Semua artikel pada blog ini tidak ditujukan untuk menganjurkan, merekomendasikan, atau mengajak Anda mengikuti apa yang tertera pada artikel. Artikel ini murni dibuat sebagai bahan kajian dan pengetahuan saja. Terima kasih atas pengertiannya.